News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Humor Guyonan Lucu Gusdur Yang Cerdas Terbaru

Humor Guyonan Lucu Gusdur Yang Cerdas Terbaru

kata bijak gusdur

kata bijak gusdur


Humor Guyonan Lucu Gusdur Yang Cerdas Terbaru – Gusdur atau KH.Abdurrahman Wahid adalah tokoh terkenal bagi kalangan umat islam bahkan seluruh rakyat indonesia.Gusdur dikenal sebagai ulama yang membela kaum marjinal,intelektual islam dan sangat moderat.Disisi lain,gusdur juga mempunyai gaya bicara yang enteng,lucu dan sangat cerdas.


Untuk kembali dan mungkin selalu mengingat semangat beliau berikut ini kami akan mengutip beberapa dialog dan percakapan Almarhum.


kata bijak gusdur


Pertama


Saat Presiden Abdurrahman Wahid menjabat, Departemen Kehutanan dan Perkebunan (Dephutbun) tidak henti didemo. Setiap hari ada saja kelompok yang berdemonstrasi di departemen yang saat itu dipimpin Nur Mahmudi Ismail.


Tuntutan mereka sama, yang mendeseak pembatalan pengangkatan Sutjipto sebagai Sekjen Dephutbun.


“Sutjipto terlalu tua, copot saja!” teriak salah satu pendemo. “Sutjipto bukan pejabat karir, berikan saja jabatan itu kepada orang dalam!” pekik yang lain. “Pengangkatan Sutjipto berbau KKN, copot saja,” bunyi tulisan sebuah poster yang diacungkan.


Rentetan demonstrasi yang sempat melumpuhkan sebagian kegiatan Dephutbun itu. Pasalnya, tidak sedikit karyawan yang ikutan berdemo, yang pada akhirnya menyerempet posisi Menteri Nur Mahmudi sendiri. Tapi Presiden berkeras supaya Sutjipto dipertahankan.


Dalam suasana seperti itulah cucu KH Hasyim Asy’ari itu, melantik pengurus Perhimpunan Peternak Lebah di Jakarta akhir Maret 2000.


Dalam pidatonya, Gus Dur antara lain memaparkan mengenai kondisi peternakan lebah terkini.


“Kita ini setiap tahun masih mengimpor 350 ribu ton lebah dari luar negeri,” tutur dia.


“Lah, orang-orang yang berdemo itu, daripada mendemo menterinya mbok lebih baik beternak lebah, supaya kita tidak mengimpor lagi!” pinta Gus Dur.


Kedua


Suatu hari, Nasrudin pergi ke rumah hartawan untuk mencari dana.

“Bilang sama tuanmu,”kata Nasrudin kepada penjaga pintu gerbang,”Mullah Nasrudin datang, mau minta uang.”

Sang penjaga masuk dan tak berselang lama keluar lagi. “Aku kuatir, jangan-jangan tuanku sedang pergi,”katanya.

“ke sini. Ini ada pesan untuk tuanmu,”kata Nasrudin. “Meskipun ia belum memberi sumbangan, tapi tidak apa-apa. Ini nasehat gratis buat tuanmu. Lain kali, kalau tuanmu pergi, jangan sampai ia meninggalkan wajahnya di jendela. Bisa-bisa dicuri orang nantinya.”


Ketiga


Seorang lelaki yang pendek dan buruk rupanya suatu hari duduk-duduk bersama istrinya yang sangat cantik. Si lelaki tak berkedip memandang wajah istrinya yang cantik jelita.
Agak tersipu-sipu, sang istri pun sang istri berkata, “Kau ini kenapa sih, kok dari tadi memandangku saja?”
“Kulihat wajahmu,” jawab si suami, “semakin hari kok semakin cantik saja. Maka setiap kali aku melihatmu, semakin bertambah syukurku.”
“Ya, “kata si istri,” dan kita berdua nanti akan masuk surga.”
“Lho, darimana kautahu?”
“Bukankah hamba yang bersyukur dan hamba yang bersabar akan masuk surga. Kau bersyukur karena mendapat anugerah istri seperti aku. Sedangkan aku bersabar mendapat cobaan berupa suami seperti kau.


Keempat


Suatu ketika Gus Dur dan ajudannya terlibat percakapan serius.

Ajudan: Gus, menurut Anda makanan apa yang haram?

Gus Dur: Babi

Ajudan: Yang lebih haram lagi

Gus Dur: Mmmm … babi mengandung babi! Ajudan: Yang paling haram?

Gus Dur: Mmmm … nggg … babi mengandung babi tanpa tahu bapaknya dibuat sate babi!


Kelima


Ini lagi-lagi kisah tentang seorang pejabat Orde Baru yang di tahun 1990-an mendadak jadi “santri” mengikuti jejak sang Presiden yang juga mendadak jadi “santri” setelah pulang naik haji.


Walhasil, sang pejabat tersebut pun rajin menyambangi sejumlah pesantren di pelosok tanah air. Suatu saat, pejabat tersebut bersilaturahmi ke sebuah pesantren Tahfidz Qur’an (Penghafal Qur’an). Sang kyai pesantren pun memperkenalkan sejumlah santrinya kepada pejabat tersebut.


“Ini Ahmad, dia sudah menghafal 20 juz. Dan ini Miftah, dia sudah hafal 30 juz”, urai sang kyai memperkenalkan sejumlah santrinya yang berprestasi kepada pejabat tersebut.


Sang pejabat rupanya kagum kepada Miftah, santri cilik usia 10 tahun yang sudah mampu menghafal 30 juz Qur’an. Ia pun bertanya kepada Miftah, “Berapa Juz lagi sisa hafalannya?”


Artikel sebelumnya : Kata Bijak Tentang Cinta Paling Menyentuh Hati Terbaru


Nah, tersebut sebagian kisah lucu gusdur yang bisa penulis berikan untuk kalian semuanya. Saat ini dengan cerita lucu yang penulis berikan tadi, kalian bisa mengingat kelucuan dari beliau. Dengan begitu kita berharap mudah-mudahan saja kita semua bisa menjadi penerus cita-cita beliau.

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment